- Back to Home »
- Pengertian dari gejala rumah kaca dan memberikan penjelasan mengapa jika mendung udara menjadi panas / gerah
Pengertian dari gejala rumah kaca dan memberikan penjelasan mengapa jika mendung udara menjadi panas / gerah
Posted by : Unknown
Rabu, 30 April 2014
Efek rumah kaca
Efek
rumah kaca, yang pertama kali diusulkan oleh Joseph Fourier pada 1824,
merupakan proses pemanasan permukaan suatu benda langit (terutama planet atau satelit) yang disebabkan oleh komposisi dan
keadaan atmosfernya.
Dalam
keadaan normal, bumi akan memantulkan kembali sebagian panas yang berada di
lapisan atmosfer dalam bentuk radiasi inframerah. Namun akibat konsentrasi karbondioksida yang terlalu tinggi pada
atmosfer bumi, kemampuan atmosfer untuk memantulkan kembali panas matahari ke
luar menjadi berkurang. Awan dan lapisan gas karbondioksida akan memerangkap
radiasi inframerah yang seharusnya ke luar dari lapisan ozon bumi. Jika keadaan
ini terus – menerus berlangsung akan mengakibatkan suhu pada permukaan bumi
naik berkali – kali lipat. Dan bisa menyebabkan bumi akan mengalami suhu yang
panas secara permanen.
Efek
rumah kaca dalam keadaan normal dibutuhkan oleh bumi untuk mengatur suhu dalam
lapisan ozon agar perbedaan suhu pada siang hari tidak terlalu berbeda. Bumi
tanpa adanya efek rumah kaca tidak akan bisa ditinggali oleh mahluk hidup
karena suhu pada bumi bisa mencapai -18 derajat celsius. Dan secara alami, bumi
sebenarnya bisa menghasilkan efek rumah kacanya sendiri untuk menghangatkan
lapisan atmosfer. Namun efek rumah kaca yang berlebihan akibat aktivitas
manusia yang berlebihan, akan menimbulkan dampak buruk bagi suhu bumi, sehingga
terjadi global warming.
Secara normal
dengan adanya efek rumah kaca yang terjadi secara alami, energi panas yang
diterima bumi akan :
·
5 % dipantulkan kembali ke luar lapisan atmosfer bumi
·
25 % diserap oleh awan
·
45 % diserap oleh permukaan bum sebagai sumber kehidupan
·
25 % akan dipantulkan oleh awan atau partikel lainnya yang
berada di lapisan atmosfer bumi
Efek rumah kaca
disebabkan oleh :
·
karbondioksida
·
belerang dioksida
·
nitrogen monoksida
·
nitrogen dioksida
·
gas metana
·
klorofliorokarbon
Akibatnya Meningkatnya suhu permukaan bumi akan mengakibatkan adanya perubahan iklim yang sangat ekstrem di bumi. Hal ini dapat mengakibatkan terganggunya hutan dan ekosistemlainnya, sehingga mengurangi kemampuannya untuk menyerap karbon dioksida di atmosfer. Pemanasan global mengakibatkan mencairnya gunung-gunung es di daerah kutub yang dapat menimbulkan naiknya permukaan air laut. Efek rumah kaca juga akan mengakibatkan meningkatnya suhu air laut sehingga air laut mengembang dan terjadi kenaikan permukaan laut yang mengakibatkan negara kepulauan akan mendapatkan pengaruh yang sangat besar.
Menurut perhitungan
simulasi, efek rumah kaca telah meningkatkan suhu rata-rata bumi 1-5 °C. Bila
kecenderungan peningkatan gas rumah kaca tetap seperti sekarang akan menyebabkan
peningkatan pemanasan global antara 1,5-4,5 °C sekitar tahun 2030. Dengan
meningkatnya konsentrasi gas CO2 di atmosfer, maka akan semakin banyak
gelombang panas yang dipantulkan dari permukaan bumi diserap atmosfer. Hal ini
akan mengakibatkan suhu permukaan bumi menjadi meningkat.
Mengapa saat mendung udara terasa panas?
Mungkin
kita pernah berfikir mengapa ketika awan dilangit terlihat hitam, yang
merupakan pertanda akan turun hujan, udara disekitar terasa panas? Atau bahkan
bisa menyebabkan tubuh kita gerah dan berkeringat? Padahalkan matahari tertutup
awan sehingga seharusnya tidak terasa panas? Berikut ini jawaban dan penjelasan
dari pertanyaan tersebut.
Ketika awan terlihat hitam (mendung), terjadi proses perubahan uap air
(gas) berubah menjadi air (cair). Pada proses ini dilepaskan sejumlah panas
(kalor) ke udara. Awan yang berwarna hitam gelap (mendung) biasanya tidak
terlalu tinggi dibandingkan awan yang putih, sehingga semakin dekat jaraknya ke
permukaan bumi, efek panas yang dilepaskan semakin terasa. Kondisi ini akan
lebih panas jika sebelumnya matahari bersinar terik, sehingga panas yang kita
rasakan adalah akumulasi dari pelepasan energi dari perubahan fase uap air
menjadi air dan energi panas sisa yang dipancarkan bumi.