- Back to Home »
- Tugas Ke-1 Pertemuan Ke-2
Posted by : Unknown
Rabu, 30 April 2014
1. Menjelaskan tentang
alam semesta dan isinya baik mikrosom maupun makrosom.
Alam Semesta
Pengertian alam semesta mencakup mikrokosmos dan makrokosmos.
Mikrokosmos adalah benda-benda yang mempunyai ukuran yang sangat kecil.
Sedangkan makrokosmos adalah benda-benda yang mempunyai ukuran yang sangat
besar.
Mikrokosmos
Pada tahun 1665 ilmuan bangsa inggris Robert Hooke dengan
menggunakan mikroskop yang masih sederhana, melihat bahwa gabus terdiri dari
struktur gelembung berdinding seperti sarang lebah. Rongga berdinding ini
disebut sel oleh para ilmuan dan sel ini sebagai kotak-kotak kecil yang berisi
kehidupan. Dengan mikroskop modern dapat dilihat bahwa sel bukan hanya sebagai
wadah kehidupan, tetapi lebih merupakan bahan kehidupan. Sampai saat ini belum
ada ahli kimia yang mampu meniru produksi antibody tertentu padahal merupakan
kegiatan rutin setiap hari bagai para ahli.
Mikroskop yang mempunyai perbesaran seribu kali dapat
dipergunakan untuk mengamati Euglena. Euglena ialah organisme bersel tunggal
dan dapat diambil sebagai contoh dari prilaku sel dan sebagai suatu kesatuan.
Dari organisme ini ternyata dapat diterapkan pada organisme tinggkat tinggi
seperti manusia, sehingga proses kehidupan dapat dipelajari. Mempelajari
mikrokosmos benar-benar menakjubkan karena dalam ukuran yang sangat
kecil. Kenyataan awal kehidupan yang di pelajari pada mikrokosmos sama
menariknya dalam dunia makrokosmos yang berukuran sangat besar sebagai
awal perkenalan untuk alam semesta.
Makrokosmos
Setelah Galilie (1564-1642) menemukan teleskop, makin banyak
benda langit ditemukan. Teleskop refraktor yang di temukannya mampu menjadikan
mata manusia ”lebih tajam” dalam mengamati benda langit yang tidak bisa diamati
melalui mata telanjang. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi lima abad
yang lalu membawa manusia untuk memahami benda-benda langit yang terbebas dari
selubung mitologi.
Keindahan benda langit sangat menarik perhatian, sehingga
banyak teori yang telah dikemukakan oleh para ilmuwan mengenai cara
terbentuknya tata surya. Pada awal abad 20 salah satu teori menyatakan bahwa
planet-planet terbentuk dari sebagian bahan matahari yang terlempar keluar yang
disebabkan oleh adanya bintang lain yang bergerak mendekati matahari. Akibatnya
terjadi gaya tarik antara matahari dengan bintang-bintang. Dari gaya
tarik-menarik inilah yang menyebabkan sebagian bahan matahari terlempar keluar,
dan membentuk planet.
2. Menyebutkan dan
menerangkan teori tentang terjadinya alam semesta.
A. Teori
Kabut
Teori kabut dikemukakan oleh
dua orang ilmuan yaitu Imanuel Kant (1724-1804) seorang ahli filsafat bangsa
Jerman dan Piere Simon Laplace (1749-1827) ahli astronomi bangsa Perancis. Kant
mengemukakan teorinya tahun 1755, sedangkan Laplace mengemukakan tahun 1796
dengan nama Nebular Hypothesis.
Pada akhir abad ke-19 teori
kabut disanggah oleh beberapa ahli seperti James Clark Maxwell yang memeberikan
kesimpulan bahwa bila bahan pembentuk planet terdistribusi disekitar matahari
membentuk suatu cakram atau suatu piringan, maka gaya yang disebabkan oleh
perbedaan perputaran (kecepatan anguler) akan mencegah terjadinya pembekuan
planet. Pada abad ke-20 percobaan dilakukan untuk membuktikan terbentuknya
cincin-cincin Laplace, menunjukkan bahwa medan magnet dan medan listrik
matahari tekah merusak proses pembekuan batu-batuan. Jadi tidak ada alasan yang
kuat untuk menyatakan bahwa cincin gas dapat membeku membantuk planet.
B. Teori
Planetisimal
Teori planetisimal pertama kali dikemukakan oleh Thomas C.
Chamberlain dan Forest R. Moulton pada tahun 1900. Hipotesis planetisimal
mengatakan bahwa tata surya kita terbentuk akibat adanya bintang lain yang
hampir menabrak matahari.
C. Teori Pasang Surut Bintang
Teori pasang surut bintang pertama kali dikemukakan oleh
James Jean dan Herold Jaffries pada tahun 1917. Hipotesis pasang surut bintang
sangat mirip dengan hipotesis planetisimal. Namun perbedaannya terletak pada
jumlah awalnya matahari.
D. Teori Kondensasi
Teori kondensasi mulanya dikemukakan oleh astronom Belanda
yang bernama G.P. Kuiper (1905-1973) pada tahun 1950. Hipotesis kondensasi
menjelaskan bahwa tata surya terbentuk dari bola kabut raksasa yang berputar
membentuk cakram raksasa.
E. Teori Bintang Kembar
Menurut teori bintang kembar, awalnya ada dua buah bintang
yang berdekatan (bintang kembar), salah satu bintang tersebut meledak dan
berkeping-keping. Akibat pengaruh grafitasi dari bintang kedua, maka
kepingan-kepingan itu bergerak mengelilingi bintang tersebut dan berubah
menjadi planet-planet. Sedangkan bintang yang tidak meledak adalah matahari.
F. Teori Ledakan Maha
Dahsyat (Big Bang)
Pada awal abad ke-21 muncul teori ledakan maha dahsyat Big
Bang, membentuk keseluruhan alam semesta sekitar 15 milyar tahun yang
lalu. Jagat raya tercipta dari suatu ketaidaan sebagai hasil dari ledakan satu
titik tunggal. Pada awalnya alam semesta ini berupa satu massa maha padat.
Massa maha padat ini dapat dianggap suatu atom maha padat dengan ukuran maha
kecil yang kemudian mengalami reaksi radioaktif dan akhirnya mneghasilkan
ledakan maha dahsyat.
3. Menyebutkan dan membedakan
anggota sitem tata surya seperti bintang/matahari, planet, asteroid, komet, dan
meteor.
a.) Matahari sebagai
pusat tata surya
Matahari adalah sebuah bintang yang menjadi pusat tata surya
kita. Matahari tergolong bintang karena memancarkan cahayanya sendiri. Matahari
dikelilingi oleh planet-planet karena gravitasi(gaya tarik) matahari sangat
besar, matahari merupakan bola gas yang bercahaya. Suhu pada permukaannya lebih
kurang 6.000˚C, sedangkan pada bagian dalamnya lebih panas lagi, yaitu
kira-kira 15 juta˚C. diameternya kira-kira 109 kali diameter bumi, dan letaknya
lebih kurang 150 juta km dari bumi kita . matahari merupakan benda langit yang
memancarkan cahaya sendiri. Oleh karena itu, matahari disebut juga sumber
cahaya atau bintang.
b.) Planet-planet
Selain matahari, kadang-kadang kita melihat di langit
benda-benda yang berpindah-pindah di antara bintang-bintang. Benda-benda yang
demikian disebut planet. Apakah perbedaan planet dan bintang ? bintang
mempunyai cahaya sendiri sedangkan planet tidak mempunyai cahaya sendiri. Jadi
planet adalah benda langit yang tidak mempunyai cahaya sendiri dan planet hanya
memantulkan cahaya dari bintang. Apabila diamati planet-planet tidak
berkedip-kedip, sedangkan bintang selalu berkedip-kedip.
Pada bulan agustus 2006, para ahli astronomi tingkat dunia
menyepakati aturan baru tentang pengertian planet, yaitu :
· Planet
adalah benda angkasa yang mengorbit mengelilingi sebuah bintang dan ia sendiri
bukanlah sebuah bintang.
· Planet
berukuran sangat besar sehingga mampu memp[ertahankan bentuk bulat seperti
bola.
· Orbit
(garis edar) planet tidak boleh bersinggungan dengan orbit planet tetangganya.
Kita telah mengenal ada Sembilan planet yang mengiringi
matahari. Kesembilan planet itu ialah Merkurius, Venus, Bumi, Mars, Yupiter,
Saturnus dan Pluto. Berdasarkan peraturan baru tentang pengertian planet
tersebut, maka planet Pluto tidak lagi di masukkan ke dalam golongan planet.
Hal ini di sebabakan karena orbit Pluto bersinggungan dengan orbit neptinus.
Jadi, tata surya kini hanya memiliki delapan planet yang mengelilingi matahari.
Planet-planet itu mengelilingi matahari karena adanya gaya grativasi matahari.
Gaya grativasi matahari lebih besar dari pada gaya grativasi planet-planet.
Oleh karena itu planet-planet yang berputar mengelilingi matahari, bukan
sebaliknya.
Berdasarkan letak garis edarnya, planet-planet digolongkan
atas dua bagian, yaitu planet dalam dan planet luar. Planet dalam adalah
planet-planet yang lintasan edarnya berada di antara matahari dan bumi ,yang
termasuk planet dalam adalah Merkurius dan Venus. Planet luar adalah
planet-planet yang lintasan edarnya berada di luar peredaran bumi yaitu : Mars,
Yupiter, Seturnus, Uranus, dan Neptunus. Dari delapan planet yang ada, planet
yang dapat kita lihat tanpa menggunakan alat bantu selain bumi adalah
Merkurius, Venus, Mars, Yupiter, dan Saturnus. Sementara untuk melihat planet
lainnya, kita harus menggunakan teropong atau teleskop.
c) Satelit
Satelit adalah benda langit yang mengiringi planet-planet
selama planet mengelilingi matahari. Satelit bergerak (beredar) mengelilingi
planetnya masing-masing. Oleh karena itu, satelit disebut juga pengiring
planet. Ada dua jenis satelit, yaitu satelit alam dan satelit buatan. Satelit
alam adalah satelit yang secara alami sudah ada mengiringi berbagai planet dan
bukan di ciptakan ataupun di ciptakan oleh manusia. Sedangkan satelit buatan
adalah satelit yang sengaja dibuat oleh manusia dan diluncurkan ke angkasa
untuk tujuan tertentu dengan menggunakan roket.
Ada beberapa planet yang mempunyai satelit alam
misalnya,Bumi, Mars, Yupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus. Satelit alam yang
dimiliki setiap planet berbeda-beda jumlahnya. Bumi memiliki 1 satelit, Mars 2
satelit, Yupiter 16 satelit, Saturnus 18 planet, Uranus 15 satelit dan Neptunus
8 satelit. Jumlah satelit alam tersebut bisa berubah seiring ditemukannya
satelit-satelit lain dengan menggunakan teknologi yang lebih modern lagi.
Satelit buatan adalah satelit yang biasanya digunakan untuk
tujuan-tujuan tertentu dan dibuat oleh manusia. Dinegara yang sudah maju,
selain sebagai alat komunikasi, satelit buatan ada juga digunakan untuk
memata-matai musuh dan ada juga sebagai pemandu pelayaran atau penerbangan dll.
Contoh roket yang diluncurkan ke angkasa yaitu satelit komunikasi Palapa C1
milik Negara kita pada tanggal 1 februari 1996 di lakukan oleh roket ATLAS 2 AS
milik Amerika Serikat.
d) Meteorid
Meteorid adalah benda yang melayang-layang di angkasa luar.
Benda ini tersusun dari batuan kecil yang sangat banyak. Meteorid yang terlalu
dekat dengan bumi dapat terpengaruh gaya tarik bumi dan masuk ke atmosfer bumi.
Saat memasuki atmosfer bumi, meteorid akan bergesekan dengan udara sehingga
menimbulkan bunga api. Meteorid yang berpijar bergerak cepat dan tampak sebagai
bintang jatuh atau bintang beralih atau yang disebut meteor.
Saat memasuki atmosfer bumi, meteorid dapat terbakar habis
sebelum mencapai permukaan bumi. Namun ada juga pecahan meteorid yang memasuki
bumi. Pecahan meteorid itu berupa bongkahan batu berwarna hitam dan keras yang
disebut meteorid. Pecahan meteorid yang menghantam permukaan bumi dapat
menimbulkan ledakan dahsyat dan meninggalkan bekas lubang seperti kawah.
Misalnya kawah barringer di Arizona, Amerika serikat.
e) Komet
Komet adalah badan tata surya kecil, biasanya hanya berukuran
beberapa kilometer, dan terbuat dari es volatile. Menurut buku lain komet adalah
benda langit yang mengelilingi matahari dengan garis edar atau orbit yang
berbentuk sangat lonjong dan menyerupai bintang. Komet memiliki cahaya sendiri
dan juga memantulkan cahaya matahari. Oleh sebab itu, komet tampak berpijar dan
memiliki ekor cahaya. Sehingga komet juga disebut bintang berekor.
Saat sebuah komet memasuki tata surya bagian dalam, kedekatan
jaraknya dari matahari menyebabkan permukaan esnya bersublimentasi dan
berionisasi, yang menghasilkan koma,ekor gas, dan debu panjang, yang sering
dapat dilihat dengan mata telanjang. Dan saat mendekati matahari, komet
mendapatkan dorongan angin matahari sehingga ekornya yang berpijar berada di
belakangnya. Komet terdiri dari kumpulan debu dan gas yang dapat membeku jika
jauh dari matahari. Ekor komet selalu mendekati matahari. Pada saat komet
bergerak mendekati matahari, ekornya berada dibelakang. Sedangkan pada saat
komet bergerak menjahui matahari, ekornya berada di depan. Panjang ekor komet
mencapai jutaan kilometer. Semakin mendekati matahari maka semakin panjang juga
ekor komet.
Komet yang muncul ditata surya kita dapat dilihat pada masa
yang tidak tentu. Beberapa komet yang telah dikenal: komet Encke, muncul setiap
3 tahun, komet halley, muncul setiap 76 tahun dll.
f) Asteroid atau
Planetoid
Asteroid atau Planetoid ialah benda-benda langit berukuran
kecil yang mengelilingi matahari pada lintasan tertentu. Asteroid secara umum
adalah objek tata surya yang terdiri atas batuan dan mineral logam beku.
Gradasi ukuran asteroid adalah ratusan kilometer sampai mikroskopis pada semua
asteroid kecuali ceres yang terbesar. Bentuk sisinya tidak beraturan sehingga
orang mengatakan bahwa asteroid adalah pecahan-pecahan sebuah benda langit.
Bentuk lintasanya menyerupai lingkaran dan kebanyakan berada
di sabuk asteroid yang berada di antara orbit Mars dan Yupiter, yang terdapat
kumpulan batuan metal,dan mineral. Kebanyakan asteroid ini hanya berdiameter
beberapa kilometer , dan beberapa memiliki diameter 100 km atau lebih. Sabuk
asteroid utama terletak di antara orbit mars dan yupiter, berjarak antara 2,3
dan 3,3 SA dari matahari. Asteroid terbesar yang telah ditemukan ialah
ceres dengan diameter 770 km.
4. Menjelaskan planet bumi
sebagai bagian dari system tata surya.
Bumi
Bumi menempati urutan ketiga
terdekat dengan Matahari. Ukuran besarnya hampir sama dengan Venus dan bergaris
tengah 12.640 km. Jarak antara Bumi dengan Matahari adalah
149 juta km. Jarak ini
sering diubah menjadi satuan jarak Astronomis atau Astronomical Unit (AU). Jadi
1 AU = 140 juta km. Bumi mengadakan rotasi 24 jam, berarti hari bumi = 24 jam.
Satu hari Venus = 247 hari bumi atau 247 x 24 jam bumi. Bumi mempunyai atmosfer
dan mempunyai sebuah satelit, yaitu Bulan. Bumi mengadakan revolusi selama 365
1/4 hari. Sekali memutar keliling Matahari disebut juga 1 tahun. Bandingkan 1
tahun Merkurius = 88 hari, sedangkan 1 tahun Mars lamanya 1,9 tahun Bumi. Massa
jenis Bumi rata-rata ± 5,52.
5. Menyebutkan dan
membedakan lapisan lapisan pada planet bmi dan fungsi bagi kehidupan manusia.
Lapisan - Lapisan pada Bumi
dan Fungsinya
Lapisan Atmosfer bumi adalah
lapisan udara yang menyelubungi bumi dan mereka ikut bersama bumi melakukan
rotasi dan berevolusi mengelilingi matahari. Komposisi udara yang berada dalam
atmosfer adalah kombinasi dari berbagai jenis gas yang sangat dibutuhkan untuk
kelangsungan hidup dimuka bumi. Lapisan atmosfer bumi memiliki peranan penting
bagi kehidupan, karena ia dapat menjaga suhu dipermukaan bumi tetap hangat pada
malam hari dan pula dapat menangkal radiasi berbahaya dari luar angkasa seperti
sinar ultra violet yang berlebihan.
Kandungan yang terdapat pada
atmosfer adalah :
Nitrogen
sebesar 78,17 %
Oksigen
sebesar 20,97 %
Argon
sebesar 0,98 %
Karbon
dioksida sebesar 0,04 %
Dan
sisanya adalah gas lain seperti Kripton, Neon, Xenon, Helium dll.
Lapisan atmosfer bumi tebagi
menjadi beberapa bagian yang masing-masing memiliki ketebalan/ketinggian, suhu
yang berbeda. Berikut adalah bagian dari atmosfer bumi.
Troposfer
Memiliki ketebalan 0 - 15 km
dari permukaan bumi.
Suhu pada lapisan ini
berkisar antara 17 - minus 52 derajat C.
Sekitar 80% gas yang ada
pada atmosfer berada bada lapisan ini.
Statosfer
Memiliki ketinggian sekitar
15 - 40 km dari permukaan bumi.
Suhu pada lapisan ini adalah
minus 57 derajat C.
Pada lapisan ini terdapat
lapisan Ozon, yang berguna untuk menahan sinar ultra violet.
Mesosfer
Ketebalan mesosfer sekitar
45 - 75 km diatas Statosfer.
Suhu pada lapisan ini sangat
dingin, yaitu sekitar minus 140 derajat C.
Pada lapisan ini terdapat
kristal-kristal es yang membentuk awan noctilucent.
Thermosfer
ketebalan thermosfer sekitar
75 - 100 km dan berada diatas mesosfer.
Suhu pada lapisan ini jauh
lebih panas dari lapisan mesosfer, yaitu sekitar 80 derajat C.
Ionosfer
Memiliki Ketebalan sekitar
50 - 100 km diatas thermosfer.
Pada lapisan ini bersifat
memantulkan gelombang radio, karena lapisan ini bermuatan listrik yang
disebabkan oleh penyerapan radiasi sinar ultra violet, dan hal ini juga
menyebabkan pada lapisan ini memiliki suhu yang sangat tinggi.
Eksosfer
Ketebalan eksosfer adalah
500 - 700 km dan berada diatas lapisan ionosfer.
Memiliki suhu jauh lebih
rendah dari lapisan sebelumnya, yaitu sekitar minus 57 derajat C.
Pada lapisan ini tidak
terdapat tekanan udara atau tekanan udaranya = 0 cmHg karena udara disini
sangat-sangat tipis sekali.
6. Menjelaskan teori
tentang terjadinya planet bumi.
Teori pembentukan Bumi adalah berbagai teori
yang diajukan sebagai penjelasan asal usul terbentuknya Bumi. Banyak ilmuwan
yang meneliti dan menyimpulkan peristiwa terbentuknya Bumi, dengan
berbagai teori dan hipotesis mereka.
Teori ato weebar`s hood
Pada waktu yang hampir
bersamaan muncul teori dari ahli ilmu alam [Perancis] George Louis Leelere
Comte de Buffon. Yang mengemukakan bahwa dahulu kala terjadi tumbukan antara
matahari dengan sebuah komet yang menyebabkan sebagian massa matahari
terpental ke luar. Massa yang terpental ini menjadi planet.
Teori Laplace
Seorang
ahli Matematika dan astronomi Perancis Pierre Simon Marquis de
Laplace1796 mengemukakan Bumi terbentuk dari gugusan gas panas yang berputar
pada sumbunya, kemudian terbentuk cincin – cincin. Sebagian cincin gas
tersebut, terlempar ke luar dan tetap terus berputar. Cincin gas yang
berputar akan mengalami pendinginan, sehingga terbentuklah gumpalan -
gumpalan bola yang menjadi planet - planet, termasuk Bumi.
Teori Planetisimal
Hypothesis
Di kemukakan
oleh, Forest Ray Moulton, seorang ahli astronomi Amerika bersama
rekannya T.C Chamberlain, seorang ahli geologi, yang mengatakan
matahari terdiri dari massa gas bermassa besar sekali, pada suatu saat didekati
oleh sebuah bintang lain yang melintas dengan kecepatan tinggi di dekat
matahari. Pada waktu bintang melintas di dekat matahari dan jarak keduanya
relatif dekat, maka sebagian massa gas matahari ada yang tertarik ke luar
akibat adanya gravitasi dari bintang yang melintas tersebut. Sebagian
dari massa gas yang tertarik ke luar ada yang pada lintasan bintang dan
sebagian lagi ada yang berputar mengelilingi matahari karena gravitasi
matahari. Setelah bintang melintas berlalu, massa gas yang berputar
mengelilingi matahari menjadi dingin dan terbentuklah cincin yang lama-kelamaan
menjadi padat dan disebut planetisimal. Beberapa planetisimal yang terbentuk
akan saling tarik - menarik dan bergabung menjadi satu dan pada akhirnya
membentuk planet, termasuk Bumi.
Teori Tidal
Dua orang ilmuwan
Inggris, James Jeans dan Harold Jeffreys, pada tahun 1918
mengemukakan teori tidal. Mereka mengatakan pada saat bintang melintas di dekat
matahari, sebagian massa matahari tertarik ke luar sehingga membentuk semacam
[cerutu].Bagian yang membentuk cerutu ini akan mengalami pendinginan dan
membentuk planet - planet, yaitu Merkurius, Venus, Bumi, Mars, Yupiter,
Saturnus, Uranus, dan Neptunus.
Teori Weizsaecker
Pada tahun 1940, C.Von
Weizsaecker, seorang ahli astronomi Jerman mengemukakan tata surya pada mulanya
terdiri atas matahari yang dikelilingi oleh massa kabut gas. Sebagian
besar massa kabut gas ini terdiri atas unsur ringan, yaitu hidrogen dan helium.
Karena panas matahari yang sangat tinggi, maka unsur ringan tersebut menguap ke
angkasa tata surya, sedangkan unsur yang lebih berat tertinggal dan menggumpal.
ini akan menarik unsur - unsur lain yang ada di angkasa tata surya dan
selanjutnya berevolusi membentuk planet - planet, termasuk Bumi.
Teori Kuiper
Gerald
P.Kuiper mengemukakan bahwa pada mulanya ada nebula besar
berbentuk piringan cakram.[1] Pusat piringan
adalah protomatahari, sedangkan massa gas yang berputar
mengelilingi promatahari adalah protoplanet. Dalam teorinya,
beliau juga memasukkan unsur - unsur ringan, yaitu hidrogen dan helium. Pusat
piringan yang merupakan protomatahari menjadi sangat panas, sedangkan
protoplanet menjadi dingin. Unsur ringan tersebut menguap dan malia menggumpal
menjadi planet - planet.
Teori Whipple
Fred L.Whipple, seorang ahli
astronom Amerika mengemukakan pada mulanya tata surya terdiri dari gas dan
kabut debu aneh yang mengandung nitrogen yang sedikit kosmis yang berotasi
membentuk semacam piringan. Debu dan gas yang berotasi menyebabkan terjadinya
pemekatan massa dan akhirnya menggumpal menjadi padat, sedangkan kabutnya
hilang menguap ke angkasa. Gumpalan yang padat saling bertabrakan dan kemudian
membentuk planet - planet.