- Back to Home »
- KESEHATAN MENTAL# MINGGU KE-2
Posted by : Unknown
Sabtu, 07 Maret 2015
Nama : Gina
Permatasari
Kelas : 2PA06
NPM : 13513737
PANDANGAN
ALIRAN PSIKOANALISA DAN BEHAVIORISTIK TENTANG KEPRIBADIAN SEHAT
A. Memahami dan Menjelaskan Pandangan Aliran Psikoanalisa tentang Kepribadian
Sehat.
Teori kepribadian dengan pendekatan psikodinamika sangat dipengaruhi oleh
Sigmund Freud (1856-1939) yaitu Bapak Psikoanalisa yang sangat terkenal. Aliran
ini melihat dari sisi negatif individu, masa lalu, analisis mimpi (jalan
istimewa menuju ketidaksadaran), dan juga alam bawah sadar, yang tersusun dari
3 sistem pokok yaitu Id, Ego, dan Superego.
Id merupakan
system kepribadian yang asli dan merupakan sumber energi utama bagi hidup
manusia. Id merupakan rahim tempat ego dan superego berkembang. Freud menyebut
id “kenyataan psikis yang sebenarnya”, karena id mempresentasikan dunia batin
pengalaman subjektif dan tidak mengenal kenyataan objektif. Id terdiri dari
dorongan-dorongan biologis dasar seperti kebutuhan makan, minum, seks, dan
agresifitas.
Dalam Id
terdapat dua jenis energi yang saling bertentangan dan sangat mempengaruhi
kehidupan individu, yaitu insting kehidupan dan insting mati. Dorongan-dorongan
dalam Id selalu ingin dipuaskan, dan dalam pemuasannya Id selalu berupaya
menghindari pengalaman-pengalaman yang tidak menyenangkan (prinsip kesenangan
atau Pleasure Principle).
Ego merupakan
energi yang mendorong untuk mengikuti prinsip kenyataan. Ego menjalankan fungsi
pengendalian agar upaya pemuasan dorongan Id itu realistis atau sesuai dengan
kenyataan. Misalnya orang yang lapar harus mencari, menemukan, dan memakan
makanan sampai tegangan karena merasa lapar dapat dihilangkan.
Sistem
kepribadian ketiga dan yang terakhir dikembangkan adalah superego. Superego
adalah gambaran kesadaran akan nilai-nilai dan moral masyarakat yang ditanamkan
oleh adapt istiadat, agama, orangtua, guru, dan orang lain kepada anak. Karena
itu pada dasrnya superego adalah hati nurani seseorang yang menilai benar atau
salahnya tindakan seseorang. Itu berarti superego mewakili nilai-nilai ideal
dan selalu berorientasi pada kesempurnaan.
Aktivitas mental individu dalam beberapa tingkatan berdasarkan sejauh mana
individu menyadari gejala-gejala psikis yang timbul menurut Freud yaitu sebagai
berikut :
v Tingkat Sadar atau
Kesadaran (Conscious level)
Pada tingkat
ini aktivitas mental dapat disadari setiap saat seperti berpikir, persepsi, dan
lain-lain.
v Tingkat Prasadar (Preconscious
level)
Pada tingkat
ini aktivitas mental dan gejala-gejala psikis yang timbul bias disadari hanya
apabila individu memperhatikannya, misalnya memori, pengetahuan-pengetahuan
yang telah dipelajari, dan lain-lain.
v Tingkat Tidak Disadari
(Unconscious level)
Pada tingkat
ini aktivitas mental dan gejala-gejala psikis tidak disadari oleh individu.
Gejala-gejala ini muncul misalnya dalam dorongan-dorongan immoral,
pengalaman-pengalaman yang memalukan, harapan-harapan yang irasional, dorongan-dorongan
seksual yang tidak sesuai dengan norma masyarakat, dan lain-lain.
Tingkat tidak
disadari inilah yang merupakan objek studi psikoanalisa. Dikatakan Freud pada
tahun 1942 : “Tujuan utama psikoanalisa sebenarnya tidak lebih dari mencapai
dan dapat mengungkap kehidupan mental yang tidak disadari”. Teori Freud
sendiri kemudian banyak mengalami perkembangan baik oleh dirinya sendiri maupun
oleh para pengikutnya seperti : Alfred Adler, Karen Horney, Erick Fromm, dan
lain-lain.
Perubahan
penting yang dilakukannya sendiri adalh konsep libido. Awlanya libido dianggap
berasal dari dorongan seksual semata, tetapi akhirnya Freud berpendapat bahwa
libido merupakn dorongan kehidupan yang jauh lebih luas daripada dorongan seksual
semata. Karen Horney dan Erick Fromm menekankan pentingnya pengaruh lingkungan
social terhadap perkembangan kepribadian individu.
Jadi dapat
disimpulkan bahwa menurut aliran psikoanalisa manusia bersifat terbatas, yaitu
mengabaikan potensi-potensi yang dimiliki manusia. Manusia dilihat dari sisi
sakit, yaitu bahwa kodrat manusia bersifat negatif (neurotics dan psikotis),
dan juga kodrat manusia digambarkan pesimistis, yaitu manusia adalah korban
dari tekanan-tekanan biologis dan juga konflik-konflik pada masa kanak-kanak.
Kepribadian Sehat Psikoanalisa
1) Pada alam pikiran tidak sadar dan kreativitas sebagai kompensasi
untuk masa anak-anak yang traumatis.
2) Individu bersifat egois, tidak bermoral, dan tidak mau tahu
kenyataan.
3) Manusia sebagai homo-valens dengan berbagai dorongan dan
keinginan.
4) Motif-motif dan konflik tak sadar adalah sentral dalam
tingkah laku sekarang.
5) Manusia didorong oleh dorongan seksual agresif.
6) Perkembangan dini penting karena masalah-masalah kepribadian
berakar pada konflik-konflik masa kanak-kanak yang direpresi.
B. Aliran Behavioristik (Memahami dan Menjelaskan Pandangan Aliran
Behavioristik tentang Kepribadian Sehat)
Teori kepribadian behaviristik bertolak dari dan menekankan pengaruh
lingkungan atau keadaan situasional terhadap perilaku. Tokoh-tokohnya adalah
Rotter, Dollard, Miller, dan Bandura. Para ahli tarsebut berpendapat bahwa
perilaku merupakan hasil interaksi yang terus menerus antara variable-variabel
pribadi dengan lingkungan. Dengan demikian individu dan situasi saling
mempengaruhi.
Teori belajar yang dianut oleh Dollard dan Miller menekankan pada konsep
kebiasaan. Kebiasaan adalah pertautan atau asosiasi antara suatu stimulus
(isyarat) dan suatu respons. Asosiasi-asosiasi atau kebiasaan-kebiasaan yang
dipelajari tidah hanya terbentik dari stimulus-stimulus eksternal dan
respon-respon terbuka, tetapi juga antara stimulus-stimulus dan respon-respon
internal.
Jadi pola perilaku dibentuk berdasarkan suatu proses kondisioning.
Orang-orang disekitar individu membentuk perilakunya dengan ganjaran dan
hukuman. Disini terjadi pembentukan pola perilaku dan penguatan melalui
pengalaman langsung, tetapi perilaku juga dapat terbentuk melalui pengalaman
tidak langsung yaitu melalui pengalamn terhadap perilaku orang lain
disekitarnya (modeling).
Para teoritisi behavioristik beranggapan bahwa perilaku seseorang itu
ditentukan oleh cirri khusus dari situasi yang dihadapi, misalnya situasinya di
kelas atau di lapangan bola, penafsiran individu terhadap situasi tersebut
(pantas atau tidak melakukan agresi), penguatan yang dialami pada tingkah
lakunya dalam situasi serupa (dihukum atau dipuji).
Jadi dapat disimpulkan bahwa menurut aliran behavioristik manusia adalah
suatu sistem kompleks yang bertingkah laku dengan cara yang sesuai dengan
hukum. Ciri-cirinya tersusun dengan baik, teratur, banyak spontanitas,
kegembiraan hidup dan juga kreativitas. Manusia dianggap terbiasa dalam
memberikan respons positif terhadap stimulus dari luar sehingga manusia
diangggap tidak memiliki sikap diri sendiri karena potensi yang dimiliki
manusia diabaikan.
Kepribadian Sehat Behavioristik
1. Manusia adalah makhluk perespon, lingkungan mengontrol
perilaku.
2. Manusia tidak memiliki sikap diri sendiri.
3. Mementingkan faktor lingkungan.
4. Menekankan pada faktor bagian.
5. Menekankan pada tingkah laku yang nampak dengan
mempergunakan metode obyektif.
6. Sifatnya mekanis mementingkan masa lalu.
Daftar
Pustaka :
Basuki, A.M.
Heru. (2008). Psikologi umum. Jakarta: Gunadarama.
Suryabrata,
S. (2003). Psikologi kepribadian. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.
Hall, Calvin
S & Lindzey, G. (1993). Teori-teori sifat dan behavioristik.
Yogyakarta: Kanisius.